Hubungan Strategis Indonesia-Jepang Bisa Jadi Titik Tumpu Asia Di Abad Ke-21

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 02 Februari 2018, 14:55 WIB
Hubungan Strategis Indonesia-Jepang Bisa Jadi Titik Tumpu Asia Di Abad Ke-21
Rizal Ramli di Jepang/Istimewa
rmol news logo Indonesia dan Jepang memiliki hubungan strategis yang sangat penting dan perlu dijaga.

"Jepang memiliki pengalaman, modal, teknologinya dan tahu bagaimana melangkah maju dan membantu aliansi Asia yang demokratis. Jepang memiliki 150 juta penduduk dengan pendapatan per kapita yang tinggi namun dengan warga yang semakin tua," kata ekonom senior Rizal Ramli dalam pidatonya di National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), Universitas Tokyo pekan ini (Kamis, 1/2).

Sementara di sisi Lain, sambung RR, begitu sapaan akrabnya, Indonesia memiliki cadangan sumber daya alam yang sangat besar dan bahkan terbesar di Asia Tenggara dan Selatan yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara industri.

"(Indonesia juga memiliki) rangkaian ribuan pulau tropis yang indah, 250 juta penduduk ramah, kebanyakan dari mereka berusia muda dan pada usia produktif. Indonesia juga memiliki geografi yang sangat strategis di persimpangan Pasifik dan Atlantik," jelas Menko Perekonomian di era pemerintahan Gus Dur itu.

Bukan hanya itu, baik Indonesia maupun Jepang juga memiliki kesamaan dalam hal berkomitmen kuat terhadap demokrasi, kemakmuran dan kemajuan.

"Sebuah hubungan strategis yang diperkuat antara Indonesia dan Jepang, populasi gabungan 400 juta, muda dan tua, dinamis dan dapat dipercaya, dan hubungan ekonomi yang kuat yang saling melengkapi akan memberikan sebuah karya Asia yang demokratis dan makmur," tambahnya.

RR menambahkan bahwa pada abad ke-19, Inggris menguasai laut. Kemudian di abad ke-20, Amerika Serikat mendominasi panggung dunia.

"Abad ke-21 akan menjadi Abad Asia. Pertanyaan kunci, ini akan menjadi kebangkitan Asia yang demokratis, atau Asia otoriter atau keduanya, dalam koeksistensi damai? Apa pun yang terjadi, saya berharap bahwa abad ke-21 akan menjadi Asia yang damai dan sejahtera," tegas RR.

Hubungan strategis Indonesia dan Jepang dapat menjadi titik tumpu Asia yang demokratis dan damai yang akan mendorong kemakmuran ekonomi dan sosial.

"Jepang dan Indonesia harus memimpin dalam mempromosikan jalur pertumbuhan tinggi dalam konteks demokrasi, memperkuat visi demokrasi yang memberikan perdamaian dan kemakmuran," sambung RR.

"Untuk demokrasi, untuk bisa mewujudkan perdamaian dan kemakmuran dan kemajuan, kita harus mengandalkan tata pemerintahan dan inovasi yang baik," tutupnya seperti keterangan yang diterima redaksi. [mel]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA