Berakting Di Grammy Awards Hillary Clinton Sindir Trump

Selasa, 30 Januari 2018, 12:38 WIB
Berakting Di Grammy Awards Hillary Clinton Sindir Trump
Hillary Rodham Clinton/Net
rmol news logo Politisi Hillary Rodham Clinton membuat kejutan lewat penampilannya di segmen prarekaman perhelatan Grammy Awards 2018 pada Minggu (28/1) waktu Amerika Serikat. Clinton membacakan salah satu cuplikan buku kontroversial karangan Michael Wolff, "Fire and Fury," sembari menyindir Presiden AS Donald Trump.

 Buku itu mengisahkan tahun pertama Trump di Gedung Putih. Parodi prarekaman menampil­kan host Grammy Award James Corden mengaudisi para selebri­tis, termasuk John Legend, Cher, Cardi B, dan Snoop Dogg. Mereka semua membacakan buku tersebut pura-pura bersaing satu sama lain untuk mendapatkan Grammy.

"Kami tahu bahwa presiden kami saat ini suka memenangi penghargaan dan kabar baiknya dia mungkin hanya menjadi sub­yek pemenang tahun depan (untuk Best Spoken Word Album)," kata Corden mengawali segmen.

"Pertanyaan yang saya dapat­kan adalah siapa yang akan jadi narator?" imbuh dia.

Legend dan Cher berakting seakan-akan mengikuti audisi untuk menjadi narator buku karya Michael Fire "Fire and Fury" yang berisi soal Gedung Putih Trump. Snoop Dogg, DJ Khaled dan Cardi B juga ikut serta, membaca cuplikan dari buku tersebut.

Akhirnya, Clinton muncul lalu membaca isi buku. Corden menyatakan, "Itu dia! Kami su­dah mendapatkannya!"

Clinton, yang dikalahkan Trump pada Pemilu 2016, lalu membacakan salah kalimat mengenai kebiasaan makan Trump.

"Salah satu alasan mengapa dia suka menyantap McDonald's: (Adalah karena) tak ada seorang pun yang tahu dia kapan muncul dan makanan prasaji itu aman," kata Clinton membaca­kan nukilan buku kontroversial itu, seperti dikutip Reuters.

Corden lalu memuji Clinton, dan berkata "Grammy sudah pasti di tas (Anda)." Segmen ini diakhiri dengan tepuk tangan dari selebriti dan khalayak yang hadir saat itu.

Buku "Fire and Fury: Inside the Trump White House" menjadi best seller pada 5 Januari karena memicu gelombang politik, anca­man gugatan hukum dari pengacara Trump. Buku yang disebut Trump penuh kebohongan itu meng­gambarkan Gedung Putih yang rusuh, presiden yang tidak siap memerintah Gedung Putih dan para pembantunya yang meragukan ke­mampuannya menjadi presiden.

Buku ini didasarkan dari hasil wawancara pengarang dengan bekas kepala strategis Trump, Steve Bannon, dan orang-orang dekat Trump lainnya.

Kategori Best Spoken Word Album merupakan kategori khusus yang memberikan peng­hargaan Grammy untuk se­jumlah karya seni seperti buku audio, pembacaan puisi, atau penuturan kisah. Tahun ini, kategori itu jatuh kepada Carrie Fisher melalui memoarnya yang bertajuk The Princess Diarist.

Peluang kemenangan bagi presiden AS amat mungkin terjadi lantaran bekas presiden sebelumnya juga pernah meme­nangkan penghargaan ini seperti Barack Obama, Bill Clinton dan Jimmy Carter. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA