Dalam siaran di televisi nasional seperti dikutip
BBC, ia mengatakan bahwa dirinya akan siap untuk "membalik halaman" jika koalisi tersebut mencabut blokade di Yaman utara dan menghentikan serangannya.
Tawaran tersebut muncul saat bentrokan semakin memburuk antara pasukan Saleh dan mantan sekutu mereka, Houthi.
Keretakan tersebut bisa memiliki implikasi signifikan bagi perang sipil Yaman.
Kedua kelompok tersebut telah memperjuangkan pemerintahan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi bersama-sama selama hampir tiga tahun terakhir.
"Saya memanggil saudara-saudara kita di negara-negara tetangga untuk menghentikan agresi mereka dan mengangkat blokade dan kami akan membalik halaman itu," kata Saleh.
Dia mengecam Houthi yang didukung oleh Iran namun telah menjadi sekutunya melawan pemerintah yang diakui secara internasional selama bertahun-tahun untuk sebuah serangan terang-terangan terhadap anggota partainya, Kongres Rakyat Umum.
Lebih dari 8.670 orang telah terbunuh dan 49.960 terluka sejak sebuah koalisi pimpinan-Saudi yang mendukung Hadi ikut campur dalam konflik tersebut pada tahun 2015, menurut PBB.
Konflik dan blokade oleh koalisi tersebut juga telah menyebabkan 20,7 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, menciptakan keadaan darurat keamanan pangan terbesar di dunia, dan menyebabkan wabah kolera yang diperkirakan telah membunuh 2.211 orang sejak April.
[mel]
BERITA TERKAIT: