Morales sendiri diketahui telah menjabat di kursi nomor satu Bolivia sejak tahun 2006 lalu. Dengan demikian, jika Morales kembali memenangkan pemilihan berikutnya, masa jabatannya akan berakhir pada tahun 2025. Pada saat itu, ia akan telah berkuasa selama 19 tahun.
Pengadilan telah membatalkan hasil referendum yang diadakan tahun lalu, di mana mayoritas rakyat Bolivia menolak usulannya untuk mengubah konstitusi. Konstitusi telah diubah sekali, dengan mengangkat batasan pada Morales untuk mendapatkan jabatan ketiga berturut-turut.
Dikabarkan
BBC, para pendukungnya mengatakan bahwa Morales membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengkonsolidasikan program reformasi sosialnya.
Sedangkan oposisi mengatakan bahwa keputusan tersebut adalah sebuah serangan terhadap demokrasi. Oposisi menyebut bahwa hasil referendum Februari 2016 harus dihormati.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: