Pendiri Boko Haram sendiri adalah Mohammed Yusuf. Ia memulai kelompok ini pada tahun 2002, dengan fokus pada menentang pendidikan Barat.
Ia meluncurkan operasi militer dalam upaya menciptakan sebuah negara Islam. Operasi yang dipimpinnya berlangsung selama tujuh tahun hingga di tahun 2009 ia tewas terbunuh dalam tahanan polisi.
Sejak saat itu, kelompok tersebut, yang secara resmi disebut Jama'atu Ahlis Sunna Lidda'awati wal-Jihad, yang berarti "Orang-orang yang Berkomitmen untuk Perbanyakan Ajaran dan Jihad Nabi", telah menyebar ke negara-negara tetangga.
Namun, pemerintah Nigeria mengatakan bahwa mereka memenangkan perang melawan kelompok tersebut, dan tampaknya pejabat di negara bagian Borno, salah satu daerah yang terkena dampak terburuk, melihat ke masa depan.
Mohammed Bulama, komisaris negara bagian Borno untuk urusan rumah, informasi dan budaya, mengatakan kepada wartawan bahwa rumah di Maiduguri akan menjadi museum di mana semua hal yang telah terjadi sehubungan dengan pemberontakan akan diarsipkan.
"Kami ingin mendokumentasikan dan mengarsipkan semua yang telah terjadi sehingga generasi penerus kami bisa mendapatkan informasi dari tangan pertama," katanya, menurut News Agency of Nigeria sepetri dimuat ulang
BBC.
Selain itu, negara Borno juga mempertimbangkan rencana untuk mengubah hutan Sambisa, yakni basis kelompok menjadi pusat wisata.
"Apa yang ingin kita lakukan saat stabilitas tercapai sepenuhnya adalah mengubah hutan menjadi pusat wisata untuk menunjukkan kepada dunia apa yang telah terjadi," katanya.
Namun para kritikus mengatakan rencana tersebut mengancam pendiri immortalising Mohammed Yusuf.
Sekitar 20.000 orang terbunuh dalam pemberontakan delapan tahun Boko Haram, dengan puluhan orang masih sekarat dalam serangan mematikan secara reguler.
[mel]
BERITA TERKAIT: