Jaksa Agung Saudi Sheikh Saud Al Mojeb menegaskan bahwa penahanan yang menjadi sorotan dunia itu hanya awal dari sebuah proses penting untuk membasmi korupsi dimanapun berada.
Ia pun menjelaskan bahwa ada kemajuan soal tahap pertama langkah agresif penahanan tersebut.
"Banyak bukti telah dikumpulkan, dan pertanyaan rinci telah terjadi," lanjutnya.
"Semua yang dicurigai saat ini, akan memiliki akses penuh terhadap sumber daya hukum, dan persidangan akan dilakukan secara tepat waktu dan terbuka untuk semua pihak yang berkepentingan," tambahnya seperti dimuat
BBC.
Sejumlah pengamat menilai bahwa langkah ini merupakan bentuk permainan kekuasaan yang ditunjukkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Pangeran berusia 32 tahun itu memimpin badan anti- korupsi yang memimpin penangkapan.
Badan anti-korupsi tersebut memerintahkan penahanan 11 pangeran, empat menteri dan puluhan mantan menteri. Pebisnis miliarder internasional Al-Waleed bin Talal termasuk di antara mereka yang ditahan dan menjadi sorotan mengingat perannya di dunia internasional dan saham yang dimiliki di banyak perusahaan ternama dunia.
[mel]
BERITA TERKAIT: