Fakta tersebut diungkap oleh Komisaris Polisi Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis Christos Stylianides.
Stylianides menggambarkan krisis pengungsi di kota perbatasan Cox's Bazar di Bangladesh sebagai merupakan yang terbesar dalam beberapa dasawarsa terakhir. Pasalnya, lebih dari 600 ribu warga Rohingya melarikan diri dari kekerasan di negara bagian Rakhine di Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh sejak akhir Agustus.
"Saya sangat terkejut saat kunjungan di kamp-kamp itu dengan besarnya apa yang saya lihat. Besarnya arus masuk dalam waktu yang sangat singkat, itu benar-benar unik," kata Stylianides.
Dia menambahkan bahwa jumlah anak di bawah umur yang tidak didampingi sekarang ada di atas angka 40 ribu.
"Saya pikir angka ini saja dapat menunjukkan skala masalahnya," jelasnya seperti dimuat Press TV.
Lembaga-lembaga bantuan telah mengungkapkan kekhawatirannya pada kondisi ini karena krisis kemanusiaan yang mengerikan di kamp-kamp dimana para pengungsi menghadapi kekurangan akut dari tempat tinggal, air, perawatan kesehatan dan sanitasi.
[mel]
BERITA TERKAIT: