Dalam sebuah pidato televisi akhir pekan kemarin, ia membela referendum kemerdekaan yang diserukannya. Pidato tersebut disiarkan setelah ia menyerahkan surat ke parlemen.
Dalam surat itu, Barzani menegaskan bahwa ia tidak akan meminta perpanjangan masa jabatan presidennya, yang berakhir dalam empat hari ke depan.
Mayoritas anggota parlemen wilayah tersebut mendukung keputusan Barzani untuk mengundurkan diri.
Ketika parlemen memperdebatkan keputusannya untuk mundur, beberapa pendukung pro-Barzani dikabarkan memaksa masuk ke gedung tersebut untuk memprotes perlakuannya. Tidak ada korban tewas namun sempat terdengar suara tembakan.
Sementara dalam pidatonya, ia mengatakan bahwa suara Kurdi untuk merdeka telah menciptakan sejarah dan tidak dapat dihapus.
"Tiga juta suara untuk kemerdekaan Kurdi menciptakan sejarah dan tidak dapat dihapus," tegas Barzani seperti dimuat
BBC.
Ia juga memuji peran pejuang Kurdi Peshmerga dalam pertempuran melawan kelompok militan ISIS.
"Tanpa bantuan Peshmerga, pasukan Irak tidak bisa membebaskan Mosul," katanya, mengacu pada bekas kubu IS, yang jatuh awal tahun ini.
Mayoritas pemilih di wilayah kaya minyak itu menyetujui pemisahan diri dari Irak. Hal itu memicu pertempuran dengan pasukan pemerintah Irak yang menilai bahwa referendum itu tidak sah.
[mel]
BERITA TERKAIT: