Daftar itu dibuat oleh kelompok jaringan keluar dan Financial Times terkait dengan model peran LGBT positif dalam bisnis.
Ia dipilih karena vokal melakukan kampanye untuk mendukung pernikahan sesama jenis, sebuah isu yang saat ini menjadi sorotan warga Australia.
"Tidak ada yang merasa harus mengalami kehidupan ganda," kata Joyce.
"Pada tahun lalu saya telah bekerja keras untuk mendorong perubahan di tempat kerja saya sendiri dan memang negara saya sendiri," sambungnya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa secara pribadi tentang pernikahan sesama jenis, Joyce telah mendorong para pemimpin bisnis lainnya untuk bergabung dengannya dalam berkampanye untuk memilih "ya" dalam pemungutan suara Australia.
Perdana Menteri Malcolm Turnbull telah berjanji bahwa jika mayoritas warga Australia mendukung pernikahan sesama jenis dalam pemilihan tersebut, parlemen akan memperdebatkan perubahan Undang-undang Perkawinan, yang dapat menyebabkan negara tersebut menjadi negara ke-25 yang mengizinkan pernikahan sesama jenis.
Surat suara sendiri akan ditutup pada tanggal 7 November dan laporan terakhir menunjukkan bahwa hampir tiga perempat pemilih yang berhak telah mengembalikan surat suara mereka dengan waktu tersisa hampir dua minggu lagi.
"Sebagai seorang pria gay yang terbuka dan menjadi pemimpin organisasi ini dan pemimpin bisnis terkemuka di Australia, saya merasa sangat penting bahwa saya memimpin dengan memberi contoh dan berada di luar sana untuk mempromosikan kasus ini," tegas Joyce seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: