Prosesi pemakaman sang raja sendiri telah dimulai sejak kemarin malam (Rabu, 25/10) dengan upacara pembuatan merit, sebuah ritus Buddhis, di Grand Palace.
Jasad Raja Bhumibol yang dihormati warga Thailand akan dikremasi setelah diawetkan pasca meninggal di usia 88 tahun pada Oktober 2016 lalu.
Serangkaian ritus Buddha dimulai di istana kerajaan sebelum guci kerajaan dipindahkan ke sebuah kereta untuk memulai sebuah prosesi besar ke tempat kremasi.
Kereta yang membawa guci di bagian kedua prosesi pemakaman telah digunakan sejak akhir abad ke-18. Beratnya nyaris 14 ton dan itarik oleh lebih dari 200 tentara.
Jasad sang Raja yang telah memimpin Thailand selama 70 tahun itu akan dikremasi di sebuah tambang batu bara di mana anaknya, yang kini menjadi Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn menyalakan api.
Kerumunan besar orang berbaris di jalanan untuk prosesi pemakaman. Banyak di antara mereka yang telah bermalam di pinggi jalan atau membangun tenda demi mengikuti prosesi ini.
Upacara yang rumit ini diperkirakan telah menarik sebanyak 250.000 orang dari seluruh Thailand.
Di hari kremasi Raja Bhumibol hari ini, Thailand menyatakan sebagai hari libur nasional, dengan banyak bisnis tutup sepanjang hari atau tutup pada tengah hari.
Anggota keluarga kerajaan dan pejabat dari lebih dari 40 negara akan menghadiri kremasi tersebut.
Raja Vajiralongkorn akan menyalakan api unggun pukul 22:00 waktu setempat dan abu ayahnya akan dikumpulkan dan dibawa kembali ke istana pada hari Jumat. Demikian seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: