Ia menegaskan bahwa semua pejuang asing harus pergi dan membiarkan warga Irak membangun kembali negaranya.
Hal itu disampaikan Tillerson saat menghadiri peresmian badan gabungan baru yang didirikan oleh Irak dan Arab Saudi untuk mengkoordinasikan pembangunan ekonomi dan kegiatan kontra-terorisme akhir pekan kemarin.
Tillerson menjelaskan bahwa ia akan membantu Irak berdiri di atas kakinya sendiri setelah pertempuran melawan ISIS dan membantu melawan beberapa pengaruh Iran di negara tersebut.
Sebagai informasi bahwa pasukan pemerintah Irak yang didukung Amerika Serikat telah memerangi ISIS bersama dengan Unit Mobilisasi Populer (PMU), yakni sebuah koalisi sebagian besar milisi Syiah yang banyak didukung dan didanai oleh Iran.
Sejumlah PMU, seperti dimuat
BBC, telah dituduh melakukan pelanggaran terhadap warga sipil Sunni, selama operasi sebelumnya untuk mendapatkan kembali wilayah tersebut dari ISIS di Irak.
Milisi PMU juga terlibat dalam pengambilalihan pemerintah Irak pekan lalu di wilayah besar yang dipegang oleh orang Kurdi sejak tahun 2014, ketika ISIS menyapu Irak utara di tengah keruntuhan tentara Irak.
[mel]
BERITA TERKAIT: