Gandeng Perusahaan AS, Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 20 Oktober 2017, 19:03 WIB
rmol news logo Malaysia telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan Amerika Serikat untuk mencari reruntuhan pesawat Malaysia Airlines MH370.

Menurut keterangan Menteri Transportasi Australia Darren Chester, pemerintah Malaysia menerima tawaran dari Ocean Infinity asal Amerika Serikat untuk melakukan pencarian terbaru.

Kesepakatan ini dijalin atas dasar prinsip "no find-no fee", yang bermakna, bila tak ada reruntuhan atau jejak ditemukan, maka tidak ada yang perlu dibayarkan oleh Malaysia atas pencarian tersebut.

Ocean Infinity belum mengungkapkan perkiraan biaya pencarian baru tersebut. Namun menurut Chester, perusahaan akan fokus pada area seluas 25.000 kilometer persegi yang diidentifikasi oleh Australian Transport Safety Bureau karena memiliki "probabilitas tinggi" untuk menampung pesawat terbang.

Dalam kasus ini, seperti dikabarkan BBC, Ocean Infinity kemungkinan akan bekerja sebagai pengganti biaya yang ditetapkan dari pemerintah Malaysia, dan untuk publisitas yang signifikan yang ditawarkan seandainya menemukan reruntuhan itu.

Hilangnya MH370 tetap diselimuti misteri. Penerbangan Malaysia Airlines jatuh dari radar pada tanggal 8 Maret 2014, antara Kuala Lumpur dan Beijing, dengan 239 orang di dalamnya.

Sebuah operasi pencarian maritim besar-besaran untuk pesawat tersebut menyapu 120.000 kilometer persegi dengan perkiraan biaya sekitar 200 juta dolar Australia sebelum dihentikan pada bulan Januari kemarin. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA