Serangan Mogadishu Jadi Yang Paling Mematikan Sejak Pemberontakan Al Shabaab 2007

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 16 Oktober 2017, 18:09 WIB
Serangan Mogadishu Jadi Yang Paling Mematikan Sejak Pemberontakan Al Shabaab 2007
Mogadishu/Reuters
rmol news logo Serangan bom yang menewaskan lebih dari 300 orang di Mogadishu akhir pekan kemarin menjadi serangan paling mematikan yang pernah terjadi di negara tersebut sejak kelompok militan Islam al Shabaab memulai sebuah pemberontakan pada tahun 2007.

Kelompok ini maupun kelompok militan lainnya belum ada yang mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Namun demikian, al Shabaab yang berafiliasi dengan Al Qaeda itu kerap melakukan serangan di sejumlah wilayah di Mogadishu.

Dikabarkan Reuters, kelompok tersebut melakukan pemberontakan melawan pemerintah Somalia yang didukung PBB dan sekutu-sekutu Uni Afrikanya dalam upaya untuk menerapkan interpretasi Islamnya sendiri yang ketat.

Militan tersebut diusir dari Mogadishu pada tahun 2011 dan telah terus kehilangan wilayah sejak saat itu menjadi gabungan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika dan pasukan keamanan Somalia.

Tapi al Shabaab mempertahankan kapasitas untuk memasang serangan bom besar dan kompleks. Selama tiga tahun terakhir, jumlah warga sipil yang terbunuh oleh pemboman pemberontak terus meningkat saat al Shabaab meningkatkan kapasitas bomnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA