Kelompok ini maupun kelompok militan lainnya belum ada yang mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut.
Namun demikian, al Shabaab yang berafiliasi dengan Al Qaeda itu kerap melakukan serangan di sejumlah wilayah di Mogadishu.
Dikabarkan
Reuters, kelompok tersebut melakukan pemberontakan melawan pemerintah Somalia yang didukung PBB dan sekutu-sekutu Uni Afrikanya dalam upaya untuk menerapkan interpretasi Islamnya sendiri yang ketat.
Militan tersebut diusir dari Mogadishu pada tahun 2011 dan telah terus kehilangan wilayah sejak saat itu menjadi gabungan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika dan pasukan keamanan Somalia.
Tapi al Shabaab mempertahankan kapasitas untuk memasang serangan bom besar dan kompleks. Selama tiga tahun terakhir, jumlah warga sipil yang terbunuh oleh pemboman pemberontak terus meningkat saat al Shabaab meningkatkan kapasitas bomnya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: