Jones merupakan warga Inggris yang bergabung dengan ISIS dan kemudian menjadi populer karena menjadi sosok propagandais reguler di media sosial.
Ia memiliki lebih dari 20 akun di Twitter untuk menyebarkan propaganda ISIS. Namun beum ada aktivitas di sosial medianya selama beberapa waktu terakhir.
Menurut laporan The Sun, CIA telah memberitahu rekan-rekannya di Inggris bahwa Jones tewas akibat terkena serangan dragon predator di dekat perbatasan Suriah-Irak pada Juni lalu.
Dimuat The Guardian, ia terakhir terlihat melarikan diri dari Raqqa dan menuju kota perbatasan Mayadin di perbatasan Suriah. Banyak anggota ISIS telah meninggalkan kota karena organisasi tersebut secara bertahap telah diperas.
Pentagon tidak dapat memastikan bahwa dia telah terbunuh. Mayor Adrian Rankine-Galloway, seorang juru bicara Pentagon, mengatakan, "Saya tidak memiliki informasi apapun yang akan mendukung laporan tersebut tapi itu bisa berubah dan kami melihat ke dalam ini," jelasnya.
Jones merupakan mantan musisi punk yang lahir di Greenwich, London namun kemudian pindah ke Chatham, Kent.
Setelah beralih ke Islam, dia melakukan perjalanan dari Inggris ke Suriah pada tahun 2013 untuk bergabung dengan suami dan rekan senegaranya Junaid Hussain, yang terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS pada tahun 2015.
Setelah kematian Hussain, pers Inggris mulai menyebut dirinya sebagai janda kulit putih atau white widow. Dia bukan satu-satunya jihad yang diberi julukan ini, yang juga telah digunakan untuk Samantha Lewthwaite.
Baik Hussain dan Jones dituduh mencoba merekrut ekstremis di Inggris untuk melakukan serangan. Dia ditempatkan dalam daftar sanksi PBB yang menyertakan larangan bepergian dan membekukan aset.
[mel]
BERITA TERKAIT: