Menurutnya, hal itu terlihat dari kebijakan pemerintahan Trump yang mengintensifkan kampanye pemboman di Afghanistan.
Press TV mengabarkan bahwa sepanjang September lalu, Amerika Serikat menjatuhkan bim sebanyak 751 di Afghanistan. Jumlah tersebut adalah angka bulanan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Angka tersebut mengindikasikan kenaikan 50 persen dari Agustus (503 bom), yang perintahnya dikaitkan dengan strategi yang disebut Presiden Donald Trump untuk "lebih proaktif menargetkan kelompok ekstremis" di negara tersebut.
"Pemerintah Trump bermaksud mengubah peraturan di Afghanistan," ujarnya.
"Komandan lapangan akan memiliki lebih banyak lintang tentang bagaimana mereka ingin menangani situasi di Afghanistan,"kata Lendman.
Ia juga menilai bahwa pemboman AS di Afghanistan menjadi lebih intensif daripada tahun-tahun sebelumnya. Ia pun menyebut bahwa AS telah mengebom negara tersebut selama bertahun-tahun tanpa kemungkinan untuk menyelesaikan konflik.
[mel]
BERITA TERKAIT: