Menurut sumber keamanan setempat seperti dikabarkan
Reuters (Jumat, 29/9), polisi anti-terorisme di provinsi barat Izmir meluncurkan sebuah operasi pada hari ini untuk menahan staf militer, beberapa di antaranya bertugas di unit-unit kunci angkatan bersenjata.
Mereka yang ditangkap disebut telah melakukan kontak telepon dengan anggota senior gerakan ulama antara tahun 2010 hingga 15 Juli tahun lalu saat kudeta diluncurkan.
Sejak kudeta gagal tahun lalu, tercatat setidaknya ada 50 ribu orang dipenjara dan menunggu persidangan karena dinilai berkaitan dengan Gulen. Sementara itu, ada juga 150 ribu orang telah dipecat atau diskors dari pekerjaan di sektor publik dan swasta karena alasan yang sama.
Kelompok hak asasi manusia dan beberapa sekutu Barat Turki telah menyuarakan keprihatinan tentang tindakan keras tersebut, karena khawatir pemerintah menggunakan kudeta tersebut sebagai dalih untuk membatalkan perbedaan pendapat.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: