Inggris: Krisis Myanmar Tak Dapat Diterima

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 28 September 2017, 19:17 WIB
Inggris: Krisis Myanmar Tak Dapat Diterima
Ilustrasi/Net
rmol news logo Inggris memperingatkan Myanmar bahwa krisis Rohingya merupakan sebuah tragedi yang tidak dapat diterima.

Inggris juga menekankan bahwa pemerintah Aung San Suu Kyi harus mengakhiri kekerasan dan mengangkat blokade bantuan kemanusiaan.

"Apa yang telah kita lihat di Rakhine dalam beberapa minggu terakhir adalah sebuah tragedi yang mutlak dan tidak dapat diterima," kata Mark Field, Menteri Inggris untuk Asia, pada hari Kamis (28/9) setelah melakukan kunjungan ke negara tersebut, di mana dia bertemu dengan Aung San Suu Kyi dan mengunjungi Rakhine di mana konflik terjadi.

"Kami perlu menghentikan kekerasan dan semua orang yang telah melarikan diri untuk dapat kembali ke rumah mereka dengan cepat dan aman," sambungnya seperti dimuat The Guardian.

Ia juga menekankan bahwa Myanmar telah mengambil langkah maju dalam beberapa tahun terakhir.

"Namun, kekerasan dan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Rakhine berisiko menggagalkan kemajuan itu," tambahnya.

Hampir setengah juta Rohingya, minoritas Muslim di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha, telah melarikan diri dari tentara ke Bangladesh. Sementara pemerintah mengatakan bahwa pihaknya sedang memerangi kelompok "teroris" yang muncul. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA