Inggris juga menekankan bahwa pemerintah Aung San Suu Kyi harus mengakhiri kekerasan dan mengangkat blokade bantuan kemanusiaan.
"Apa yang telah kita lihat di Rakhine dalam beberapa minggu terakhir adalah sebuah tragedi yang mutlak dan tidak dapat diterima," kata Mark Field, Menteri Inggris untuk Asia, pada hari Kamis (28/9) setelah melakukan kunjungan ke negara tersebut, di mana dia bertemu dengan Aung San Suu Kyi dan mengunjungi Rakhine di mana konflik terjadi.
"Kami perlu menghentikan kekerasan dan semua orang yang telah melarikan diri untuk dapat kembali ke rumah mereka dengan cepat dan aman," sambungnya seperti dimuat
The Guardian.
Ia juga menekankan bahwa Myanmar telah mengambil langkah maju dalam beberapa tahun terakhir.
"Namun, kekerasan dan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Rakhine berisiko menggagalkan kemajuan itu," tambahnya.
Hampir setengah juta Rohingya, minoritas Muslim di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha, telah melarikan diri dari tentara ke Bangladesh. Sementara pemerintah mengatakan bahwa pihaknya sedang memerangi kelompok "teroris" yang muncul.
[mel]
BERITA TERKAIT: