Warmbier sendiri ditangkap oleh otoritas keamanan Korea Utara dan dipenjara selama 17 bulan karena mencoba mengambil sebuah item yang berisi slogan propaganda di hotel tempatnya menginap. Ia dikembalikan ke Amerika Serikat dalam keadaan koma dan tak sadarkan diri pada tanggal 15 Juni. Beberapa hari kemudian ia pun menghembuskan napas terakhir.
Seorang pejabat yang menyelidiki kematian dengan kekerasan, mendadak, atau mencurigakan dari Hamilton County, Dr. Lakshmi Sammarco pekan ini mengatakan bahwa kematian Warmbier pada 19 Juni adalah karena cedera yang tidak diketahui yang terjadi lebih dari setahun sebelum kematiannya.
"Kami tidak tahu apa yang terjadi padanya dan itulah intinya," kata Sammarco seperti dimuat
Reuters.
Petugas pemeriksa mayat dan laporan 11 September oleh kantornya menyebutkan adanya komplikasi defisiensi oksigen dan suplai darah kronis ke otak dalam kematian Warmbier. Hanya pemeriksaan eksternal terhadap tubuh yang dilakukan dan bukan otopsi penuh, sebagaimana permintaan keluarga Warmbier.
Korea Utara telah menyalahkan botulisme dan konsumsi pil tidur untuk masalah yang dialami Otto Warmbier dan menolak klaim penyiksaan.
[mel]
BERITA TERKAIT: