Perayaan berlangsung lebih meriah dari biasanya. Selain jumlah tamu yang hadir jauh lebih banyak, perayaan untuk memperingati 69 tahun berdirinya Korea Utara itu juga dipenuhi dengan berbagai nyanyian yang dibawakan oleh paduan suara Indonesia dan Korea Utara.
Dua anak muda Korea Utara yang membawakan lagu
Garuda Pancasila berhasil mengundang warganegara Indonesia yang hadir ikut menyanyikan lagu karya Sudharnoto itu dengan sangat bersemangat, bagai garuda yang gagah berani.
Kegiatan dimulai dengan penampilan paduan suara anak-anak yang diasuh budayawan Jaya Suprana. Mereka membawakan lagu kebangsaan Indonesia,
Indonesia Raya, dan lagu kebangsaan Korea Utara,
Aegukka.
Setelah penampilan ini, Dutabesar An Kwang Il menyampaikan sambutan yang intinya berterima kasih atas kehadiran seluruh tamu dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas persahabatan kedua negara.
“Bangsa Korea sangat bersahabat dengan bangsa Indonesia. Salah satu alasan utamanya karena Indonesia adalah tanah kelahiran bunga Kimilsung,†ujarnya merujuk pada bunga anggrek yang diberikan Presiden Sukarno kepada Presiden Kim Il Sung dalam pertemuan mereka di Kebun Raya Bogor, April 1965.
An Kwang Il juga menyampaikan perkembangan terakhir di Semenanjung Korea terkait tekanan yang dihadapi negaranya, dan respon mereka atas tekanan-tekanan dari pihak lawan itu.
Dikatakannya bahwa terlepas dari berbagai sanksi dan embargo yang dialami, Korea Utara berhasil membangun dua sektor sekaligus, ekonomi dan pertahanan.
“Dalam Kongres ketujuh Partai Pekerja Korea, Yang Mulia MArshal Kim Jong Un menetapkan tujuan jangka panjang untuk membangun bangsa yang kuat dengan kapasitas ilmu dan teknologi yang berkembang, ekonomi yang kuat dan peradaban yang maju,†katanya lagi.
Dari pihak Indonesia, sambutan disampaikan oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani Kiemas yang dibacakan Sekretaris Menko PMK Satya Sananugraha.
Dalam sambutan itu, Puan mengatakan dirinya yakin hubungan baik dan persahabatan kedua negara akan tetap kuat.
Dutabesar Venezuela Gladys Urbaneja Duran, Dutabesar Kuba Nirsia Castro Guevara, dan Dutabesar Republik Islam Iran Valiollah Mohammadi Nasrabadi juga hadir dalam resepsi ini.
Penampilan Ade Irawan, pianis tunatera kelas dunia, juga sangat menawan. Ia membawakan lagu
Arirang dengan berbagai aransmen dipandu oleh Jaya Suprana. Penampilan yang tak kalah hebat diperlihatakan akapela Pentaboyz yang menyanyikan
Arirang.
Sementara anak-anak Korea Utara selain menyanyikan lagu
Garuda Pancasila, juga memperlihatkan kemampuan mereka menyanyikan lagu
Desaku dan
Tanah Airku.
[dem]