Hal ini disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin yang selama dua hari, sejak kemarin (Rabu, 6/9) hingga hari ini (Kamis, 7/9) menjadi tuan rumah Forum Ekonomi Timur yang diselenggarakan di Vladivostok.
“Sangat jelas bahwa tidak mungkin memecahkan persoalan di Semenanjung Korea dengan menggunakan sanksi dan tekanan saja. Kita tidak bisa emosional dan hanya memojokkan Korea Utara. Tanpa alat politik dan diplomasi, sangat sulit untuk mengubah keadaan,†ujar Putin usai pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jaein.
Delegasi Korea Utara juga hadir dalam pertemuan itu, dan disebutkan melakukan pembicaraan bilateral dengan Rusia. Namun belum dijelaskan siapa pejabat Korea Utara yang hadir dan dengan siapa dia bertemu.
Presiden Moon Jaein meminta bantuan Rusia untuk ikut menekan Korea Utara. Tetapi Putin mengatakan, bahwa ketegangan di Semenanjung Korea dan kawasan juga dipicu oleh aksi Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Putin dalam uraiannya juga menekankan pentingnya Sino-Russia Double Freeze, perjanjian antara Cina dan Rusia yang meminta agar pihak-pihak yang bertikai melakukan genjatan senjata berupa uji coba misil. Keduanya juga meminta Amerika Serikat menghentikan penempatan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan.
Rusia dan China pun meminta Amerika Serikat dan Korea Selatan menghentikan latihan perang di kawasan perbatasan yang menjadi pemicu ketegangan.
Kedua Rusia dan China mendorong Pyongyang dan Washington untuk melakukan pembicaraan langsung dalam waktu terdekat yang memungkinkan.
[dem]
BERITA TERKAIT: