Disebutkan bahwa bom hidrogen yang diuji coba tadi adalah yang akan dipasang pada hulu ledak misil antarbenua jarak jauh Hwasong-14.
Adapun Hwasong-14 telah diuji coba sebanyak dua kali, pada tanggal 4 Juli dan 28 Juli lalu. Menyusul uji coba Hwasong-12 yang memiliki jarak jelajah lebih rendah pada tanggal 29 Agustus.
Uji coba dilakukan pada pukul 12.00 tengah hari waktu setempat, atau pukul 11.30 waktu China dan pukul 12.30 waktu Korea Selatan dan waktu Jepang.
USGS dan otoritas geofisika China mencatat getaran yang ditimbulkan ledakan itu sebesar 6,3. China juga mencatat getaran kedua yang terjadi sekitar delapan menit setelah ledakan dan getaran pertama.
Di bawah kebijakan pyongjin, Korea Utara merasa perlu meningkatkan kapasitas militer dan pertahanan diri mengingat pemerintahan Amerika Serikat yang dipimpin Donald J. Trump semakin agresif menenkan.
Sementara itu, pemerintahan Korea Selatan yang dipimpin Moon Jaein yang tadinya diharapkan bisa membawa angin segar dan perubahan pendekatan malah ikut membuat ketegangan semakin panas.
AS telah menempatkan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan untuk sewaktu-waktu menyerang Korea Utara. Selain itu, kedua negara mengintensifkan latihan militer bersama Ulji Freedom Guardian yang melibatkan armada militer berskala super.
[dem]