Getaran 6,3 Terekam USGS, Korea Utara Diduga Uji Coba Bom Hidrogen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 03 September 2017, 11:45 WIB
Getaran 6,3 Terekam USGS, Korea Utara Diduga Uji Coba Bom Hidrogen
Foto: KCNA
rmol news logo Beberapa saat lalu United States Geological Survey (USGS) mencatat getaran berkekuatan 6,3 sekitar 24 kilometer atau 15 mil di timurlaut Korea Utara.

Diduga, getaran itu berasal dari ujicoba bom hidrogen yang dilakukan Korea Utara.      

Kantor Berita Yonhap di Korea Selatan juga mengatakan, ada kemungkinan getaran tersebut berasal dari ujicoba nuklir Korea Utara.

Sementara Kantor Berita Korea Central News Agency (KCNA) Korea Utara hari ini memasang foto pemimpin tertinggi negara itu Kim Jong Un sedang menginspeksi bom hidrogen yang akan ditempatkan di misil antarbenua (ICBM).

Korea Utara telah melakukan dua kali uji coba peluncuran ICBM Hwasong-14 pada tanggal 4 Juli dan 28 Juli. Lalu pada tanggal 29 Agustus lalu Korea Utara meluncurkan Hwasong-12 ke Samudera Pasifik, melintasi Hokkaido, Jepang.

Korea Utara mengatakan bahwa serangkaian uji coba itu adalah respon mereka terhadap tekanan AS dalam bentuk penempatan Terminal High Altitude Area Defense dan latihan perang gabungan dengan Korea Selatan Ulji Freedom Guardian.

Dalam berita KCNA disebutkan bahwa Korea Utara berhasil mengembangkan senjata dengan kekuatan yang lebih besar dan siap ditempatkan di ICBM. KCNA tidak mengatakan bahwa Korea Utara telah sukses mengujicoba bom hidrogen.

Sehari sebelumnya (Sabtu, 2/9) dalam pembicaraan via telepon Presiden AS Donald J. Trump dan Presiden Korea Selatan Moon Jaein sepakat untuk meningkatkan tekanan kepada Korea Utara baik secara militer maupun ekonomi. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA