Walikota Ini Peringatkan Warga Tulis Nama Di Tangan Jelang Datangnya Badai Harvey

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 26 Agustus 2017, 16:34 WIB
Walikota Ini Peringatkan Warga Tulis Nama Di Tangan Jelang Datangnya Badai Harvey
Ilustrasi/Net
rmol news logo Badai Harvey meluncur ke pantai Texas jelang akhir pekan ini dengan membawa angin yang berpotensi mengancam dan memicu banjir.

Badai yang dikategorikan sebagai badai Kategori 4 itu disebut-sebut akan menjadi badai paling kuat dalam lebih dari satu dekade yang menghantam daratan Amerika Serikat.

Dipicu oleh air hangat di Teluk Meksiko, Harvey menjadi badai Kategori 4 yang pertama yang menghantam Amerika Serikat sejak Charley pada tahun 2004 dan yang pertama memukul Texas sejak Carla pada tahun 1961.

Badai tersebut membuat pendaratan di timur laut Corpus Christi sekitar pukul 10 malam pada hari Jumat (25/8) waktu setempat dengan kekuatan angin maksimum 209 km per jam dan kemudian, dalam tanda gerakan lambannya, membuat pendaratan kedua di dekatnya tiga jam kemudian.

Badai diperkirakan akan bergerak perlahan melewati pantai Texas dan Louisiana berhari-hari, dengan perkiraan gelombang badai hingga 4 meter.

Kota Rockport tampaknya salah satu yang paling terpukul oleh Harvey. Walikota setempat, Patrick Rios mengatakan bahwa meski ada perintah evakuasi wajib, namun ribuan penduduk menentang dan memilih tinggal di rumah dengan persediaan makanan.

Demi menghindari hal terburuk yang mungkin terjadi, ia mengatakan bahwa siapa pun yang tinggal harus menuliskan nama mereka di tangan mereka untuk identifikasi jika sewaktu-waktu terjadi kematian atau cedera.

"Kami menyarankan jika orang-orang akan tinggal di sini, tandai tangan mereka dengan pena  dengan nama dan nomor Jaminan Sosial mereka," kata Patrick Rios seperti dimuat Reuters.

"Kami benci membicarakan hal-hal seperti itu. Ini bukan sesuatu yang ingin kita lakukan tapi itu kenyataannya. Orang tidak mendengarkan," sambungnya.  

Sebanyak 6 juta orang diyakini berada di jalur Harvey, yang juga adalah jantung operasi penyulingan minyak Amerika. Dampak badai di kilang telah menaikkan harga bensin sementara Badan Perlindungan Lingkungan AS dan mengangkat beberapa peraturan mengenai bensin untuk mengurangi kekurangan. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA