Laporan yang dirilis pada hari Kamis oleh National Oceanic and Atmospheric Administration juga menemukan bahwa konsentrasi gas rumah kaca mencapai tingkat tinggi baru. Laporan tersebut mengutip sebuah siklus El Nino yang kuat sebagai faktor di balik tahun ketiga berturut-turut pemanasan global di negeri Paman Sam.
Dikabarkan
Press TV, Amerika Serikat sendiri sudah merasakan dampak perubahan iklim, dengan suhu meningkat secara dramatis selama empat dekade terakhir.
Sebuah studi yang dirilis bulan lalu oleh Union of Concerned Scientists mengatakan puluhan kota di AS mungkin menghadapi banjir kronis dalam beberapa dekade ke depan jika pemanasan global tidak dikurangi.
Studi tersebut memperingatkan bahwa penarikan Amerika dari kesepakatan iklim Paris dapat meningkatkan dampak pemanasan global dan menambah emisi gas rumah kaca.
Laporan itu bertentangan dengan sikap Presiden Donald Trump yang tidak menempatkan pemanasan global dalam prioritas kebijakannya.
Trump menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan iklim Paris 2015 pada tahun ini.
Trump mengatakan bahwa kesepakatan Paris sangat lunak terhadap pencemar utama seperti China dan India, yang menempatkan industri AS pada risiko, namun mengatakan bahwa dia akan terbuka untuk kesepakatan yang lebih baik untuk Amerika Serikat.
[mel]
BERITA TERKAIT: