Tuduhan itu dimuat dalam sebuah film dokumenter yang disiarkan oleh televisi pemerintah hari ini (Rabu, 9/8). Dalam video tersebut tiga orang Tajikistan mengaku melakukan serangkaian pembunuhan politisi dan tokoh-tokoh penting lainnya di Tajikistan dan menyerang sebuah pangkalan militer Rusia di sana antara tahun 1994 dan 2000.
Dalam keadaan tangan diborgol, ketiganya mengaku bahwa mereka telah menerima pelatihan dan dukungan finansial dari Iran.
Ketiganya diidentifikasi sebagai pendukung Abdukhalim Nazarzoda, mantan wakil menteri pertahanan dan pemberontak. Nazarzoda dibunuh oleh pasukan keamanan pada bulan September 2015 setelah sebuah kudeta yang gagal di mana orang-orang bersenjata yang setia padanya bentrok dengan pasukan pemerintah dalam pertempuran yang menewaskan puluhan orang.
Pemutaran film dokumenter itu merupakan bentuk pengakuan secara terbuka untuk pertama kalinya Iran secara terbuka dituduh terlibat dalam perang sipil tahun 1992 hingga 1997 di Tajikistan.
Hubungan kedua negara sendiri mengalami fase tegang sejak seorang pemimpin partai Islam Tajikistan dilarang secara terbuka menghadiri sebuah konferensi di Teheran pada bulan Desember 2015. Hal itu membuat Tajikistan Marah.
Pejabat dari kedutaan Iran di Dushanbe menolak untuk mengomentari film dokumenter tersebut. Demikian seperti dikabarkan
Reuters.
[mel]
BERITA TERKAIT: