Menurut data baru yang dirilis pada hari Rabu (9/8), seperti dikabarkan
Press TV, pembelian minyak mentah Iran oleh India turun 16,3 persen pada bulan Juli dari bulan lalu menjadi 414.900 barel per hari (bpd).
Impor turun 20,7 persen dari tahun lalu, namun penurunan tertinggi sejak Februari 2016 mungkin akan berlanjut pada bulan ini. India diperkirakan hanya akan mengimpor minyak dari Iran 310.000 barel per hari.
Pemangkasan itu sejalan dengan rencana penyulingan India untuk memotong sekitar seperempat minyak mentah Iran pada tahun fiskal sampai 31 Maret 2018.
Keputusan India untuk mengurangi impor Iran terjadi setelah Teheran menolak untuk memenuhi permintaan New Delhi untuk konsesi luar biasa mengenai pengembangan ladang gas raksasa Farzad B Iran.
Orang-orang Indian dilucuti haknya untuk mengembangkan lapangan pada tahun 2014 karena angkat kaki setelah Bijan Zangeneh dinobatkan sebagai menteri minyak bumi Iran pada saat itu.
Sebagai gantinya, India telah mengganti barel Iran dengan pasokan dari Irak.
India mengangkat 954.400 barel per hari (bpd) minyak Irak pada bulan tersebut dibandingkan dengan 725.800 bpd pada bulan Juni. Dengan demikian, Irak menjadi pemasokan minyak utama India untuk empat bulan berturt-turut.
[mel]
BERITA TERKAIT: