Hal tersebut ditekankan oleh Menteri Luar Negeri Spanyol Alfonso Dastis seperti dimuat
Russia Today awal pekan ini.
Dastis mengatakan bahwa negaranya tidak akan berupaya membahayakan kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa untuk mengubah status Gibraltar saat ini.
"Saya tidak akan membuat kesepakatan antara Uni Eropa dan Inggris bergantung pada pemulihan kedaulatan atas Gibraltar," katanya.
"Tapi yang tidak ingin saya lakukan adalah membahayakan kesepakatan Uni Eropa-Inggris dengan menundukkannya pada kebutuhan untuk mengubah status Gibraltar pada saat bersamaan," sambungnya, merujuk pada Brexit, atau proses hengkangnya Inggris dari Uni Eropa.
Sebagai informasi bahwa Madrid telah lama berupaya mengambil kembali Gibraltar, sebuah semenanjung pegunungan kecil di ujung tenggara Spanyol yang diduduki oleh Inggris pada awal tahun 1700-an di bawah Perjanjian Utrecht.
Isu soal Gibraltar kembali mencuat setelah Uni Eropa memasukkan sebuah klausul dalam posisi negosiasi Brexit yang memungkinkan Spanyol untuk memveto kesepakatan Brexit yang melibatkan Gibraltar, yang berpotensi menempatkan kedaulatan Inggris atas wilayah tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: