Namun demikian, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson memastikan bahwa respon akan diberikan pada 1 September mendatang.
"Saya rasa tidak ada gunanya mengurangi semua masalah," kata Tillerson setelah pertemuan pertamanya dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Filipina awal pekan ini.
"Ini adalah dua negara yang sangat besar dan kita harus menemukan tempat dimana kita bisa bekerja sama, mari kita coba kerja sama. Tempat yang kita punya perbedaan kita, kita harus terus mencari jalan untuk mengatasinya," sambungnya seperti dimuat
AP News.
Tillerson menambahkan bahwa Rusia juga telah menunjukkan keinginannya untuk mulai menggelar pembicaraan soal resolusi terkait krisis di Ukraina, salah satu sumber konflik antara Rusia dan AS.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: