Dalam pertemuan pertamanya dengan delegasi majelis pada Rabu malam (2/8), Maduro menyebut bahwa dirinya tidak hanya berdiri di atas hitungan resmi 8 juta lebih suara yang dikumpulkan dalam pemilu akhir pekan kemarin, namun juga mengklaim bahwa harusnya ada 2 juta orang tambahan yang akan memilih jika mereka tidak diblokir oleh pemrotes anti pemerintah.
"Saya kira ada 10 juta orang Venezuela yang keluar (untuk memilih)," jelas Maduro tanpa membeberkan bukti lebih lanjut.
Sebagai informasi, Majelis tersebut diberdayakan untuk menulis ulang konstitusi Venezuela dan, menurut versi Maduro, dibentuk untuk menargetkan lawan-lawannya dan memperkuat sistem sosialis yang didirikan oleh mendiang Hugo Chavez.
Maduro menyerukan pemungutan suara pada bulan Mei lalu setelah berminggu-minggu demonstrasi yang dipicu oleh kemarahan yang meluas mengenai kekurangan pangan, inflasi tiga digit dan tingkat kejahatan tinggi. Kerusuhan tersebut bahkan menyebabkan setidaknya 125 kematian.
Analis independen dan pemimpin oposisi berpendapat bahwa tingkat partisipasi aktual dalam pemilu yang digelar akhir pekan kemarin jauh lebih rendah dari angka yang diumumkan. Hal tersebut memicu munculkan spekulasi bahwa Maduro telah melakukan manipulasi angka pemilih.
[mel]
BERITA TERKAIT: