"Tim kami bekerja di berbagai wilayah di India dengan tentara untuk meredakan situasi," kata Deepak Ghai, petugas gawat darurat setempat.
Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi di negara barian tersebut. Lebih dari satu juta rumah tangga telah terpengaruh, dan jutaan lahan kapas gagal panen.
Bukan hanya itu, banjir juga menyebabkan Bandara di Ahmedabad, pusat komersial utama Gujarat, sebagian tergenang sehingga memaksa maskapai penerbangan untuk mengalihkan penerbangan.
Banjir juga memaksa 150 pabrik lokal tutup akibat tergenang banjir.
"Kapas dan panen millet diperkirakan akan menderita di sekitar tiga distrik di Gujarat dan Rajasthan, namun kekhawatiran terbesar adalah kelembaban ekstra dapat menyebabkan serangan hama di daerah ini," kata Devinder Sharma, pakar pertanian independen seperti dimuat
Al Jazeera.
[mel]
BERITA TERKAIT: