Ia adalah Che Mohamad Zulkifly Jusoh, seorang anggota parlemen Malaysia dari Partai Barisan Nasional.
Awal pekan ini, dalam sebuah debat soal amandemen aturan kekerasan dalam rumah tangga, ia menyebut bahwa jika wanita menolak permintaan suaminya untuk melakukan hubungan seksual, maka ia telah melakukan penyalahgunaan secara emosional dan psikologis kepada suaminya tersebut.
"Kendati pria dikatakan secara psikologis lebih kuat daripada wanita, ada beberapa kasus di mana istri melukai suaminya dengan cara yang ekstrim," sebutnya pada saat itu.
"Biasanya, ini melibatkan istri yang memaki suami mereka, ini adalah pelecehan emosional. Mereka menghina suami mereka dan menolak kebutuhan seksualnya. Semua ini adalah jenis pelecehan psikologis dan emosional," katanya.
Komentarnya itu adalah untuk menyanggah pernyataan aktivis wanita, Marina Mahatir yang menyebut bahwa wanita memiliki hak untuk mengatakan tidak pada seks.
Komentarnya itu segera menjadi sorotan para aktivis serta masyarakat umum di sosial media yang menyebut bahwa hal tersebut tidaklah masuk akal dan melukai hak wanita. Demikian seperti dikabarkan
Russia Today.
[mel]
BERITA TERKAIT: