Insiden penembakan itu terjadi karena warga Yordania tersebut hendak menyerang penjaga dengan obeng.
Sang penyerang diketahui merupakan tukang kayu yang bekerja di sebuah bangunan tempat tinggal yang digunakan oleh kedutaan tersebut.
Belum jelas motif di balik penyerangan tersebut.
Sementara itu, dalam insiden serupa, seorang warga Yordania lainnya tidak sengaja terbunuh karena berada di lokasi kejadian. Ia tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.
Sementara penjaga Israel dilaporkan terluka akibat insiden tersebut.
Ini adalah insiden yang paling serius di antara kedua negara sejak mereka menandatangani sebuah perjanjian damai pada tahun 1994.
Pasca kejadian, polisi Yordania menutup area di sekitar kedutaan yang sangat dilindungi di lingkungan Rabiyeh.
Sementara sang penjaga Israel, bila merujuk pada Konvensi Wina tahun 1961, memiliki kekebalan terhadap penyelidikan dan penangkapan.
[mel]
BERITA TERKAIT: