Hal itu dikonfirmasi oleh Gedung Putih pekan ini.
Menurut keterangan pejabat Gedung Putih malam itu, Trump dan Putin bertemu lagi secara informal dalam jamuan makan malam.
Pengakuan itu dikeluarkan Gedung Putih setelah diumumkan secara terbuka oleh Ian Bremmer, presiden firma konsultan Eurasia Group.
Bremmer mengatakan bahwa ada makan malam malam untuk kepala negara G20, meski tidak semuanya hadir.
"Ada banyak kursi kosong," lanjutnya.
"Donald Trump bangkit dari meja dan duduk dengan Putin sekitar satu jam," jelasnya.
Bremmer menambahkan bahwa dirinya tidak mengetahui apa yang didiskusikan kedua pemimpin.
Ia juga menjelaskan bahwa pada saat itu, Trump tidak bersama dengan penerjemahnya sendiri, hal itu dianggap melanggar protokol keamanan nasional.
Namun Gedung Putih kemudian mengatakan bahwa penerjemah yang mendampingi Trump berbicara bahasa Jepang, bukan Rusia, dan itulah sebabnya Trump dan Putin berbicara melalui penerjemah Rusia.
"Sangat jelas bahwa hubungan terbaik Trump di G20 adalah dengan Putin. Sekutu AS terkejut, bingung, berkecil hati. Ada Trump di ruangan itu bersama dengan semua sekutu, tapi justru ia menghabiskannya dengan siapa?" jelasnya.
Tidak ada catatan resmi pemerintah mengenai pertemuan tersebut dan sebelumnya tidak diungkapkan oleh Gedung Putih.
"Selama makan malam, semua pemimpin beredar di seluruh ruangan dan berbicara satu sama lain dengan bebas," kata seorang pejabat senior pemerintah dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam (18/7).
"Tidak ada 'pertemuan kedua' antara Presiden Trump dan Presiden Putin , Hanya percakapan singkat di akhir makan malam," sambungnya seperti dimuat The Guardian.
[mel]
BERITA TERKAIT: