"Trump harus mencari alasan untuk melakukan subversi dan pemberontakan atas kebijakan dan tindakannya sendiri yang sewenang-wenang dan bertentangan, serta pendapat dari sekutu-sekutunya yang sombong, agresif dan menduduki wilayah tersebut," kata juru bicara kementerian luar negeri Bahram Qassemi akhir pekan ini seperti dimuat Reuters.
Pernyataannya itu merujuk pada komentar Trump Kamis kemarin bahwa ancaman baru muncul dari rezim nakal seperti Korea Utara, Iran dan Suriah serta dukungan datang dari pemerintah yang mendukung dan membiayai.
Tanggapan dari Iran juga menentang deskripsi Trump yang menyebut bahwa Teheran sebagai negara nakal.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: