May mengatakan bahwa Inggris harus lebih keras dalam mencegah ekstremisme setelah tiga penyerang yang menghunus pisau membawa sebuah van ke pejalan kaki di Jembatan London dan menikam orang lain di dekatnya.
Setelah serangan militan ketiga di Inggris dalam waktu kurang dari tiga bulan, Mei memastikan pemilu akan dilakukan dan Inggris saat ini terlalu toleran terhadap ekstremisme.
"Kekerasan tidak akan pernah diizinkan untuk mengganggu proses demokrasi," kata May di Downing Street akhir pekan lalu seperti dimuat Reuters.
May menambahkan bahwa tiga serangan baru-baru ini tidak terhubung satu sama lain.
Namun dia mengatakan Inggris berada di bawah ancaman dari jenis baru militan tiruan yang mungkin tidak pernah menghabiskan bertahun-tahun merencanakan atau bahkan telah diradikalisasi secara online.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: