Penundaan dilakukan saat ia mencoba menghindari langkah provokatif saat dia mencoba menghidupkan kembali proses perdamaian Israel-Palestina.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kekecewaannya atas penundaan tersebut namun menegaskan bahwa ia masih menghargai dukungan Trump.
Sementara pimpinan Palestina merasa lega dengan sebuah keputusan yang mereka katakan telah memberikan kesepakatan damai.
Semasa kampanye, Trump berulang kali berjanji bahwa dia akan mengalihkan kedutaan dari Tel Aviv ke kota tersebut yang diklaim sebagai ibukota oleh Israel dan tetangganya Palestina dan dia menunjuk seorang duta besar AS yang memiliki tujuan ini.
Namun sejak resmi menjabat Januari lalu, Trump telah bertemu dengan pemimpin Israel dan Palestina di Washington dan dalam sebuah kunjungan ke wilayah tersebut pekan lalu dan telah berkomitmen untuk mencari kesepakatan damai akhir-akhir yang sulit dipahami di antara mereka.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: