"Semua pihak yang terlibat dalam kejadian ini tidak terlibat dalam jenis outsourcing apa pun di negara asing manapun," tegas Chief Executive maskapai Alex Cruz.
"Mereka semua adalah masalah lokal di sekitar pusat data lokal, yang dikelola dan diperbaiki oleh sumber daya lokal," sambungnya seperti dimuat
Reuters. Serikat GMB Inggris sebelumnya mengatakan bahwa sistem TI British Airlines memiliki kekurangan karena perusahaan tersebut membuat sejumlah staf mubazir dan pindah kerja ke India pada tahun 2016.
Akhir pekan kemarin gangguan masalah informasi menimpa maskapai tersebut dan menggangu jadwal domestik dan internasional.
Ratusan penumpang British Airways terlantar di bandara Heathrow dan Gatwick. Sejumlah jadwal penerbangan pun terpaksa dibatalkan dan pihak maskapai melayangkan permintaan maaf.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: