Pihak berwenang menuduhnya mendorong aksi tersebut.
Presiden Maithripala Siresena telah berjanji untuk menyelidiki kejahatan kebencian anti-Muslim setelah mengambil alih kekuasaan pada tahun 2015.
Untuk diketahui bahwa di Sri Lanka, kurang dari 10 persen populasi yang berjumlah 20 juta jiwa merupakan Muslim.
Mayoritas masyarakat adalah Buddha Sinhala, sementara kebanyakan orang Tamil beragama Hindu.
Analis Politik Mohamed Saleem mengatakan kepada Al Jazeera bahwa hal ini mengkhawatirkan karena nasionalisme Buddhis yang penuh kekerasan telah muncul kembali.
"Jika pemerintah tidak menangani masalah ini, maka akan meluap, kita semua tahu konsekuensi dari jenis ketegangan yang tidak terkendali ini. Pemerintah harus menanggapi dengan aturan hukum dan keadilan jika mereka ingin memastikan masyarakat tidak berada di belakang kekerasan itu," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: