Dikabarkan
BBC (Jumat, 26/5), Kushener disebut memiliki informasi yang relevan, namun belum tentu dicurigai melakukan kejahatan.
FBI sedang mempertimbangkan kemungkinan campur tangan Rusia dalam pemilihan 2016 dan berhubungan dengan kampanye Donald Trump.
Pejabat AS, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada NBC News bahwa pengawasan Kushner tidak berarti para penyelidik mencurigainya melakukan kejahatan atau bermaksud menjeratkan ke hukum.
Secara terpisah, Washington Post melaporkan bahwa para penyidik ​​memusatkan perhatian pada pertemuan yang ia lakukan tahun lalu dengan duta besar Rusia untuk AS, Sergei Kislyak, dan seorang bankir dari Moskow, Sergei Gorkov.
Gorkov sendiri adalah kepala Vnesheconombank, yang telah dikenakan sanksi yang diberlakukan oleh pemerintahan Obama dalam menanggapi aneksasi Rusia terhadap Krimea dan dukungannya untuk separatis di Ukraina timur.
Bank tersebut berada di bawah kendali Perdana Menteri Rusia Dmitri Medvedev dan anggota pemerintah lainnya, dan telah digunakan untuk mendanai proyek-proyek besar seperti Olimpiade Musim Dingin 2014 di resor Sochi, Rusia selatan.
Pengacara Kushner mengatakan bahwa kliennya akan bekerja sama dengan penyelidikan apapun.
Diketahui keterlibatan Rusia dalam kemenangan Donald Trump di pemilu tahun lalu bukan lagi merupakan isu yang baru.
Badan-badan intelijen AS percaya bahwa Moskow mencoba ikut campur tangan pada pemilihan yang mendukung Partai Republik, yang mengalahkan saingannya Demokrat Hillary Clinton.
[mel]
BERITA TERKAIT: