Dikabarkan
BBC, pejabat Amerika Serikat sebelumnya mengatakan bahwa mereka ingin memperluas larangan elektronik pada penerbangan dari Eropa. Namun rencana itu akhirnya gugur setelah pejabat Amerika Serikat menggelar pertemuan dengan pejabat Uni Eropa di Brussel pekan ini.
Untuk diketahui bahwa larangan laptop dan tablet dalam penerbangan diperkenalkan karena AS menilai ada bahaya bom yang bisa disembunyikan di perangkat.
Larangan tersebut diperkenalkan pada bulan Maret lalu dan berlaku untuk perangkat yang berukuran lebih besar dari smartphone dari kabin penerbangan dari Turki, Maroko, Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi dan Kuwait.
Inggris mengeluarkan larangan serupa terhadap penerbangan dari enam negara.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: