Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa pihaknya merasa khawatir dengan insiden kekerasan yang terjadi di tengah kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Washington pekan ini.
"Kekerasan tidak akan pernah menjadi tanggapan sesuai untuk kebebasan berbicara dan kami mendukung hak dari orang-orang di manapun untuk bebas berekspresi dan melakukan aksi unjuk rasa damai," begtitu bunyi pernyataan tersebut seperti dimuat
BBC.
"Kami mengkomunikasikan kekhawatiran kami kepada pemerintah Turki dalam kesempatan kuat yang memungkinkan," sambung pernyataan tersebut.
Untuk diketahui bahwa dalam aksi unjuk rasa di depan Kedubes Turki di AS pekan ini, ada 11 orang terluka dan dua orang lainnya diamankan polisi.
Sementara pihak Kedutaan Besar Turki menyebut bahwa para pengunjuk rasa bersikap agresif dan profokatif.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: