Dikabarkan
BBC bahwa saat pertemuan Trump dengan Lavrov di Oval Office beberapa waktu lalu, Trump mengungkapkan rincian yang dapat menyebabkan pemaparan sumber informasi.
Kabar tersebut pertama kali dihembuskan oleh pejabat anonim kepada Washington Post dan New York Times.
Di antara informasi yang dibagikan Trump adalah soal plot ISIS. Trump dikabarkan mengungkapkan spesifik soal plot yang digunakan ISIS dan juga soal larangan penggunaan komputer laptop di pesawat terbang.
Informasi yang dibagikan Trump, menurut sumber yang sama, dianggap terlalu sensitif untuk dibagikan dengan sekutu AS lainnya.
Sejumlah pejabat lainnya yang menyadari hal itu dan juga hadir dalam pertemuan Trump-Lavrov melaporkan hal tersebut kepada CIA dan National Security Agency (NSA).
Bila hal itu benar adanya, maka tindakan Trump termasuk kategori ilegal karena presiden AS memiliki wewenang untuk mendeklasifikasi informasi.
Pertemuan tersebut terjadi sehari setelah Trump memecat kepala FBI, James Comey, memicu kritik bahwa ia melakukannya karena FBI sedang menyelidiki dugaan hubungan dengan Rusia.
Namun demikian, penasihat Keamanan Nasional HR McMaster mengatakan kepada wartawan bahwa kabar tersebut adalah salah.
"Presiden dan menteri luar negeri mengkaji berbagai ancaman umum terhadap kedua negara kita, termasuk ancaman terhadap penerbangan sipil," katanya.
"Tidak ada sumber atau metode intelijen yang dibahas. Dan presiden tidak mengungkapkan operasi militer yang belum diketahui publik," jelas McMaster.
[mel]
BERITA TERKAIT: