"Semua orang jelas bahwa, setidaknya saat ini, Turki bergerak menjauh dari perspektif Eropa," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa aetelah bertahun-tahun mengalami kebuntuan dalam usaha Turki untuk bergabung dengan blok perdagangan terbesar di dunia, Uni Eropa mengatakan bahwa proses tersebut kandas dengan alasan tindakan keras Erdogan terhadap para pembangkang, hinaan 'Nazi' di Jerman dan sebuah referendum di Turki yang memberinya kekuatan baru yang menyapu bahwa kelompok hak asasi manusia.
"Fokus hubungan kami harus menjadi hal lain," katanya dalam sebuah wawancara setelah menteri luar negeri Uni Eropa bertemu di Malta dan di mana Prancis dan Jerman memimpin usaha untuk mempertimbangkan kesepakatan baru dengan Ankara berdasarkan hubungan perdagangan dan keamanan.
"Kami harus melihat apa yang bisa dilakukan di masa depan, untuk melihat apakah kita dapat memulai kembali semacam kerja sama," kata Hahn seperti dimuat
Reuters.
Proses Uni Eropa tidak dibekukan secara formal, namun anggota parlemen Uni Eropa pekan lalu menyerukan untuk melakukan perundingan formal, dengan beberapa di antara mengatakan bahwa Turki tidak lagi memenuhi kriteria demokrasi untuk dipertimbangkan sebagai kandidat, apalagi anggota penuh Uni Eropa.
[mel]
BERITA TERKAIT: