Amerika Serikat menyayangkan insiden itu karena menghambat suara yang bebas dan adil.
"Kami meminta pemerintah untuk memulihkan kepercayaan dalam proses demokrasi dengan memastikan proses bebas dan tidak memihak di parlemen," begitu bunyi keterangan yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Sri Lanka dan Maladewa awal pekan ini.
Perselisihan politik di Maladewa sendiri diketahui bermula sejak partai Maladewa yang berkuasa memecat mantan presiden kuat negara itu Maumoon Abdul Gayoom sebagai pemimpinnya, setelah ia memimpin pemberontakan yang gagal melawan saudara tirinya, yang kini berkuasa.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: