Warga Turki Di Jerman Gunakan Suara Tentukan Masa Depan Refendum

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 27 Maret 2017, 21:20 WIB
Warga Turki Di Jerman Gunakan Suara Tentukan Masa Depan Refendum
Warga Turki di Jerman memilih/Reuters
rmol news logo Warga Turki yang tinggal di Jerman memberikan suara mereka pada sebuah referendum soal usulan perubahan konstitusi Turki untuk meningkatkan kekuatan Presiden Tayyip Erdogan awal pekan ini.

Pemungutan suara dilakukan di tengah hubungan semakin tegang antara Turki dan Eropa yang merupakan rumah bagi sekitar 2,5 juta warga Turki yang memiliki hak suara.

Larangan pada beberapa kampanye terbuka oleh para pejabat Turki di Jerman dan Belanda telah mendorong Erdogan menuduh pemimpin Eropa telah menggunakan "metode Nazi".

Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan retorika Erdogan itu membuat tegang hubungan kedua negara dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki kerusakan.

Jerman memiliki sekitar 3 juta orang dari latar belakang Turki, termasuk sekitar 800.000 etnis Kurdi dan sekitar 1,41 juta warga Turki memiliki kewarganegaraan Turki dan berhak untuk memilih.

Puluhan orang berbaris di luar konsulat Turki di Berlin untuk memilih, sedangkan segelintir pendukung partai oposisi Turki utama pro-Kurdi, Partai Demokrasi Rakyat (HDP), mengangkat tanda-tanda protes.

Beberapa anggota parlemen HDP telah ditangkap di Turki. Beberapa anggota parlemen Turki di Jerman mengatakan mereka khawatir bahwa penentang Erdogan akan menahan diri dari suara untuk menghindari dampak untuk diri sendiri atau keluarga mereka saat kembali ke rumah. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA