Pemilu Belanda Pengaruhi Perancis Dan Jerman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 16 Maret 2017, 18:15 WIB
Kecil Besar
rmol news logo Hasil pemilihan umum parlemen yang baru digelar di Belanda memiliki implikasi signifikan pada pemilihan umum yang akan digelar di Perancis dan Jerman.

Menurut jurnalis senior yang juga merupakan komentator politik dan pakar Eropa asal Inggris Javier Farje, hasil pemilu di Belanda akan mempengaruhi perilaku pihak-kanan di sejumlah negara lainnya yang akan menggelar pemilu, mengingat fakta bahwa Belanda adalah salah satu anggota pendiri Uni Eropa.

Ia menggarisbawahi pemilu Belanda sebagai hal yang penting, dalam arti bahwa itu adalah momen besar pertama di Eropa pasca Brexit yang telah menjadi "katalis" untuk partai kanan nasionalis di Eropa yang percaya negara mereka dapat meninggalkan Uni Eropa dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh Inggris.

Lebih lanjut ia berpendapat bahwa pihak-kanan di Eropa telah didorong oleh kemenangan dari presiden AS Donald Trump, menyatakan bahwa mereka merasa bahwa Trump telah memberikan legitimasi kepada ide-kanan.

Farje juga menyatakan bahwa Trump telah membuat sumbangan besa  untuk munculnya partai-partai kanan-jauh di Eropa, menyatakan bahwa mereka menggunakan slogan yang sama yang Trump digunakan selama kampanye pemilu, yakni membuat negara besar lagi.

Pihak kanan, menurut Fajre, juga telah mengambil keuntungan dari krisis pengungsi dan Islamophobia yang menyebar di sebagian besar negara-negara Eropa. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA