Mark Rutte: Warga Belanda Menolak Populisme Menyimpang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 16 Maret 2017, 13:37 WIB
Mark Rutte: Warga Belanda Menolak Populisme Menyimpang
Mark Rutte/BBC
Kecil Besar
rmol news logo Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyebut bahwa warga Belanda telah menolak populisme yang menyimpang.

"Belanda menyebut, 'Whoa!' dengan jenis yang salah dari populisme," kata Rutte saat merayakan kemenangan dalam pemilihan parlemen.

"Kami ingin tetap memiliki kondisi yang Aman dan stabil dan makmur,' sambungnya.

Rutte merayakan kemenangan partainya dalam pemilihan umum setelah lebih dari 90 persen suara dihitung.
 
Partai di mana Rutte bernaung, VVD memenangkan 33 dari 150 kursi yang diperebutkan.

Freedom Party (PVV) berada di tempat kedua dengan 20 kursi, Christian Democratic Appeal (CDA) dan Democrats 66 (D66) masing-masing merebut 19 kursi.

Green Party, memenangkan 14 kursi dan Partai Buruh (PvdA), partai junior dalam koalisi pemerintahan memiliki 9 kursi.

Jumlah pemilih tercatat lebih dari 80 persen. Itu adalah angka tertinggi selama 30 tahun.

Pemilihan umum itu dipandang sebagai ujian toleransi di Belanda di mana Mark Rutte dari VVD bersaing kuat dengan PVV yang anti-Islam dengan tokohnya Geert Wilders. [mel]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA