
Pemilihan umum parlemen yang digelar di Belanda hari ini (Rabu, 15/3) merupakan ujian toleransi masyarakat Belanda atas imigrasi dan Islam.
Partai VVD di mana Perdana Menteri Mark Rutte bernaung bersaing dengan dengan PVV (Partai untuk Kebebasan) yang anti-Islam dengan tokohnya Geert Wilders.
Tercatat ada sekitar 13 juta warga Belanda yang memiliki hak suara untuk menentukan pemimpin mereka.
Dengan kubu yang memiliki kebijakan mencolok itu, maka pemungutan suara kali ini adalah alat ukur pertama sentimen anti-kemapanan di Uni Eropa dan kemungkinan blok untuk bertahan hidup setelah 2016 kemenangan mengejutkan dari Donald Trump di Amerika Serikat serta hengkangnya Inggris dari Uni Eropa.
"Apapun hasil dari pemilu hari ini jin tidak akan kembali ke dalam botol dan revolusi patriotik ini, apakah hari ini atau besok, akan berlangsung," kata Wilders setelah pemungutan suara di sebuah sekolah di The Hague.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: