"Kita adalah negara yang bersahabat dengan mereka," kata Perdana Menteri Malaysia Nadjib Razak seperti dimuat
Channel News Asia.
Diketahui bahwa hubungan kedua negara berada dalam situasi tegang pasca kasus pembunuhan Kim Jong Nam di bandara Kuala Lumpur.
Malaysia memutuskan kebijakan bebas visa dan mengusir Dubes Korut pekan lalu karena dinilai memanipulasi kasus. Langkah itu dibalas oleh Korut yang mengusir Dubes Malaysia dan melarang warga Malaysia lainnya di Korea Utara untuk pulang ke Malaysia.
Akibat keputusan tersebut, ada 11 warga Malaysia yang terjebak di bandara Pyongyang.
Najib juga berusaha untuk memberikan jaminan bahwa tidak ada ancaman terhadap keselamatan 11 Malaysia di Korea Utara, dan mengatakan ia mencoba untuk menentukan tuntutan terisolasi Korea Utara dalam pertukaran untuk mengangkat larangan perjalanan.
Malaysia mengatakan pembunuh Kim Jong Nam yang digunakan agen saraf VX dalam serangan itu, sebuah bahan kimia yang tercantum oleh PBB sebagai senjata pemusnah massal.
"Kami tidak memilih bertengkar dengan mereka tetapi ketika kejahatan telah dilakukan, terutama ketika senjata kimia telah digunakan di Malaysia, kita berkewajiban untuk melindungi kepentingan Malaysia," tegas Najib.
[mel]
BERITA TERKAIT: