Menurut sebuah studi terbaru ditemukan bahwa mereka memainkan peran penting dalam komposisi hutan saat ini.
Para peneliti Belanda menemukan bahwa pohon-pohon yang ditanam itu digunakan untuk bahan makanan atau bangunan yang jauh lebih umum di dekat pemukiman kuno.
85 spesies yang menghasilkan kacang Brasil, kacang mete, acai atau karet juga mendominasi hutan tersebut.
Para ilmuwan mencapai kesimpulan mereka dengan membandingkan data pada komposisi pohon dari lebih dari 1.000 lokasi di Amazon dengan peta situs arkeologi.
Diperkirakan ada delapan sampai 10 juta orang tinggal di wilayah Amazon sebelum kedatangan Christopher Columbus pada tahun 1492, yang menandai awal kolonisasi Eropa.
Jutaan orang pribumi meninggal baik dalam bentrokan dengan Eropa atau terinfeksi oleh penyakit menular karena tubuh mereka tidak memiliki pertahanan yang kuat, termasuk cacar dan sifilis.
Tapi penelitian mengatakan orang-orang kuno dari Amazon meninggalkan jejak mereka di hutan.
"Peradaban masa lalu telah memiliki peran besar dalam mengubah, baik secara sadar dan tidak sadar, vegetasi di sekitar pemukiman mereka dan sepanjang jalur yang mereka digunakan untuk perjalanan," kata peneliti Carolina Levis, dari Institute Nasional Brasil untuk Amazon Penelitian dan Wageningen Universitas dan Pusat Penelitian di Belanda seperti dimuat
BBC.
Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Amerika.
[mel]
BERITA TERKAIT: